Pembekalan Metode Inventarisasi Sediaan Karbon Hutan Rakyat dengan Pendekatan Remote Sensing

IMG 20180809 WA0038 300x300 Pembekalan Metode Inventarisasi Sediaan Karbon Hutan Rakyat dengan Pendekatan Remote SensingDalam RPJM 2015-2019, Ditjen PDAS HL menargetkan adanya produksi hutan rakyat yang semakin meningkat dan menargetkan capaian potensi sekitar 100 juta m3 pada tahun 2019.  Peranan hutan rakyat saat ini sangat signifikan dalam pemenuhan bahan baku industri kecil dan menengah.  Sejalan dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkepentingan dalam meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia tingkat teknisi di setiap Balai, BPDAS HL  yang ada di seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah 34 balai.   Salah satu program peningkatan kemampuan ini adalah melalui pembekalan metode pendugaan biomasa hutan rakyat menggunakan penginderaan jauh.  Continue reading “Pembekalan Metode Inventarisasi Sediaan Karbon Hutan Rakyat dengan Pendekatan Remote Sensing”

ADVOKASI KEHABISAN KATA-KATA? Fenomena Peraturan Menggerogoti Keahlian

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1758579644256672&id=100003139595285

FB IMG 15338051918045492 211x300 ADVOKASI KEHABISAN KATA KATA? Fenomena Peraturan Menggerogoti Keahlian“Ooo tidak bisa, karena peraturannya tidak begitu”, adalah ungkapan biasa yg sering kita dengar. Solusi harus sesuai peraturan; atau, masalah yang diselesaikan oleh solusi tadi harus sudah tertentu, sesuai peraturan, tidak bisa tidak. 

Dengan kata lain, masalah ditentukan oleh peraturan bukan oleh keahlian. “Pak, kalau di lapangan masalah yang dijumpai lain? Yaa, atur-atur sajalah. Kamu orang baru?” Yang terakhir ini dari catatan di lapangan.

LOGIS TAK TERPAKAI

Lebih mungkin, jikapun anda ahli dan kreatif, jangan menyesal ide-ide anda tidak berguna, karena peraturan sudah menentukan apa yang harus dikerjakan, tidak bisa tidak. Dan diskurus itu sudah mengakar sejak puluhan tahun lalu. Pendapat-pendapat yang dicari dan digunakan disaring dan disesuaikan dengan diskursus itu. Pendapat lainnya biasanya disimpan hanya untuk kata-kata simbolik. Dinyatakan tetapi tidak dipraktekkan. Continue reading “ADVOKASI KEHABISAN KATA-KATA? Fenomena Peraturan Menggerogoti Keahlian”

INTERDISIPLIN DALAM PENGELOLAAN HUTAN

Sumber : http://hariadikarto.com/2018/01/17/interdisiplin-dalam-pengelolaan-hutan/

Pemikiran 5 INTERDISIPLIN Gambar 696x392 300x169 INTERDISIPLIN DALAM PENGELOLAAN HUTANSecara umum ilmu manajemen hutan memberikan arahan bagaimana para pengelola hutan mengatur hutan, sehingga siap dikelola dan dimanfaatan secara lestari. Pengaturan hutan tersebut didasarkan pada sifat-sifat alami hutan—bio fisik dari hutan, dan kondisi sosial, finansial, maupun ekonomi. Cakupan ilmu yang cukup luas itu, dalam praktek pengelolaan hutan, tidak digunakan sepenuhnya (Kartodihardjo, 2013). Peraturan mengenai manajemen hutan lebih ditetapkan hanya berdasarkan sifat-sifat bio-fisik hutan, seperti yang tertuang dalam berbagai pengaturan mengenai sistem silvikultur, inventarisasi hutan, serta pemanenan, baik di hutan alam maupun di hutan tanaman (Kartodihardjo, dkk, 2006). Praktek ini menyebabkan ilmu manajemen hutan menjadi semacam diskursus tersendiri dan tidak mempunyai relasi kuat dengan ilmu lain seperti ilmu institusi maupun rumpun ilmu-ilmu sosial-politik. Continue reading “INTERDISIPLIN DALAM PENGELOLAAN HUTAN”

LOMBA ESAI NASIONAL NEST (National Environomic and Social Talk)

Poster Essay 2 300x300 LOMBA ESAI NASIONAL NEST (National Environomic and Social Talk)Lomba Esai Nasional adalah rangkaian kegiatan NEST (National Environomic and Social Talk) yang mengangkat tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Hutan dalam Mendukung SDGs 2030”.

Lomba esai ini menawarkan hadiah yang menarik berupa:

  1. Juara 1 : Uang tunai + Trophy + Medali + Sertifikat
  2. Juara 2 : Uang tunai + Trophy + Medali + Sertifikat
  3. Juara 3 : Uang tunai + Trophy + Medali + Sertifikat

Timeline kegiatan seperti di bawah ini:

  1. Pendaftaran dan pengumpulan esai (19 Juli – 25 Agustus 2018).
  2. Penilaian esai (26 Agustus-18 September).
  3. Pengumuman Finalis (20 September 2018).
  4. Konfirmasi kedatangan finalis (20-25 September 2018).
  5. Technical meeting dan penilaian presentasi finalis (13 Oktober 2018).
  6. Seminar Nasional NEST dan pengumuman juara (14 Oktober 2018).

Continue reading “LOMBA ESAI NASIONAL NEST (National Environomic and Social Talk)”

NEST 2018 (National Environomic and Social Talk)

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2018/07/19/nest-2018-national-environomic-and-social-talk/

NEST (National Environomic and Social Talk) adalah salah satu program tahunan dari himpunan profesi Forest Management Students’ Club (FMSC) Institut Pertanian Bogor. Program ini sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2017 dengan nama kegiatan “Seminar Nasional Manajemen Hutan” yang diikuti oleh 12 tim finalis LKTI dari 5 provinsi terbesar di Indonesia.
Tahun ini, NEST mengusung tema “Peran Para Pihak dalam Mendukung Perhutanan Sosial”. NEST terdiri dari lomba esai nasional, seminar nasional, dan pemaparan hasil Environomic Sosial Maping (ESM) yang dilaksanakan di KPH Produksi Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi. Kegiatan Seminar Nasional dilaksanakan selama dua hari, terdiri dari presentasi lomba esai, city tour, dan Seminar Nasional. Kegiatan city tour dilaksanakan ke SABISA FARM yang berlokasi di Gunung Batu, Bogor Tengah dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta pengalaman bagi para finalis mengenai salah satu unit Teaching Farm yang berada di Institut Pertanian Bogor (IPB). Continue reading “NEST 2018 (National Environomic and Social Talk)”