Bagi kalangan akademisi dalam bidang kehutanan maupun bidang lingkungan, haga bukanlah kata yang aneh untuk didengar. Namun, dikalangan awam, hal ini merupakan sesuatu yang tabu. Mungkin dikalangan akademisi haga adalah hal sering dipakai dalam bidang pengukuran, namun tidak semua mengenali lebih jauh tentang pistol ukur ini.

Haga Hypsometer merupakan alat untuk mengukur ketinggian pohon, yang dikembangkan pada tahun 1950 oleh perusahaan Haga. Haga telah menjadi alat penting dalam kehutanan internasional dan industri kayu dari saat itu sampai hari ini. Menggabungkan fungsionalitas tepat dan penggunaan yang simpel, haga altimeter menjadi produk klasik yang unik.

haga 300x241 Mengenal Lebih Dekat dengan “si Pistol Pengukur Tinggi Pohon”Sistem indikator dan skala diintegrasikan ke dalam casing logam ringan kasar dan melindunginya dari pengaruh luar. Penentuan ketinggian didasarkan pada cara yang dikenal untuk mengukur sudut antara posisi altimeter dan bagian atas pohon (prinsip clinometer). Jarak suatu benda dapat diukur dengan cepat menggunakan pita ukur. Digunakan dengan target multi-range nya, pengintai ini memungkinkan Anda untuk menentukan jarak panjang dasar dengan cepat dan tepat dari jarak 15, 20, 25 atau 30 meter.

Cara penggunaannya pertama-tama adalah menentukan jarak mendatar antara pengukur dengan pohon. Hal ini dapat dilakukan secara optis yaitu dengan menggunakan alat pembantu (rangefinder) dimana kedua bilah pada rangefinder tersebut tidak terlihat rangkap bila jarak sudah tepat. Atau dapat juga ditentukan secara langsung tanpa alat pembantu. Langkah selanjutnya adalah menyesuaikan bilah ukur sesuai degan jarak pembidikan. Bidikan pertama adalah puncak pohon kemudian bidikan kearah pangkal pohon. Tinggi pohon adalah  jumlah atau selisih dari kedua pembacaan tersebut, tergantung apakah kaki pohon lebih rendah atau lebih tinggi dari mata pengukur.

Pengukuran tinggi pohon yang paling akurat yaitu menggunakan haga hypsometer dan suunto clinometer karena dari keduanya menggunakan prinsip trigonometri. Menurut Rahlan (2004) prinsip trigonometri sering dipakai dalam pengukuran tinggi dan hasilnya lebih cermat dan teliti, namun membutuhkan waktu yang relatif lama. Pengukuran menggunakan walking stick dan christen meter terkadang memiliki angka yang jauh berbeda dengan yang lainnya, karena kedua alat tersebut dapat dibuat secara manual. Kelemahan dari christen meter dan walking stick adalah tidak adanya ketepatan dalam membuat alat, maka dari itu terdapat data yang terlalu jauh darihasil yang lainnya.

Jadi, haga hypsometer merupakan alat merupakan alat untuk mengukur ketinggian pohon yang menggunakan prinsip trigonometri.  Haga telah menjadi alat penting dalam kehutanan internasional dan industri kayu dari saat itu sampai hari ini. Selain itu, haga merupakan alat pengukur tinggi pohon yang cukup mudah untuk digunakan dalam pengukuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *