Mahasiswi Cantik Asal Kamboja Wisuda di IPB

mahasiswi cantik asal kamboja wisuda di ipb news 300x201 Mahasiswi Cantik Asal Kamboja Wisuda di IPBAdalah Sisahman, gadis cantik asal Kamboja yang hari ini (21/9) berbahagia karena dirinya dinyatakan berhak menyandang gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). “Indonesia adalah negara yang cantik, indah, punya banyak cerita. Dan IPB adalah kampus yang luar biasa, lulusannya mampu bersaing,” ujar gadis berkerudung ini.

Diakuinya, meski budaya negaranya dan Indonesia ada banyak kesamaan, karena memang masih dalam Asia Tenggara, namun tetap saja ia perlu adaptasi terutama dalam berbahasa Indonesia. “Kesulitan tersendiri bagi saya dengan kosa kata dan pengetahuan yang disampaikan di kelas,” tuturnya. Read more

Lomba Karya Tulis Ilmiah (SCIFIC) SOIL FESTIVAL 2016

IMG 20161012 WA0000 300x225 Lomba Karya Tulis Ilmiah (SCIFIC) SOIL FESTIVAL 2016Dalam acara Lomba Karya Tulis Ilmiah (SCIFIC) SOIL FESTIVAL 2016 dengan tema “Inovasi Pengelolaan Lahan Gambut di Indonesia’ mahasiswa Departemen Manajemen Hutan yang bernama M. Iskandar (E14130043) meraih Juara I dalam acara lomba tersebut. Lomba tersebut diselenggarakan pada tanggal 7 Oktober 2016 di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Read more

AKANKAH DUNIA TENGGELAM TANPA HUTAN ?

Dewasa ini kita tahu pada awal abad ke-21 ini trend isu lingkungan semakin meningkat terutama pada isu kenaikan suhu bumi yang sampai saat ini belum ada solusi yang konkrit. Kenaikan suhu berbanding lurus dengan mencairnya gunung es di kutub. Tercatat bahwa pada selama sekitar 5000-8000 tahun terakhir suhu bumi meningkat 2-4 derajat. Peningkatan suhu ini berbanding lurus dengan naiknya paras laut yang diakibatkan oleh mencairnya lapisan kutub. Penelitian dilakukan oleh tim yang terdiri atas 11 ilmuwan yang dipimpin ahli geologi Denmark, Nicolai Krog Larsen, yang dituliskan di jurnal Geology pada 18 Februari 2014. Penelitian ini menemukan hilangnya lapisan es mencapai 100 gigaton per tahun selama beberapa ribu tahun. Pada saat itu, kenaikan paras laut setara dengan 16 Centimeter saat temperatur naik 2-4 derajat celsius. Dari data ini kita sebagai orang normal yang masih punya hati nurani akankah dian dengan hal ini? Akankah kita biarkan generasi anak cucu kita tenggelam dengan berjalannya waktu? Kita tahu bahwa penentu generasi berikutnya adalah generasi sebelumnya, penentu generasi mendatang adalah generasi sekarang, ya generasi sekarang!!! Lalu pertanyaan selanjutnya apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan  generasi yang akan datang yaitu generasi anak cucu kita? Mari kita coba analisis dengan berbagai pendekatan. Kita awali dengan menganalisa faktor-faktor terkait.

Apa yang dimaksud dengan peningkatan suhu bumi?

Adakah keterkaitan antara peningkatan suhu bumi dengan keberadaan hutan?

Apa pengaruh keberadaan hutan terhadap kenaikan suhu bumi?

Bagaimana mekanisme timbal balik antara hutan dengan peningkatan suhu bumi?

Apa dampak dari panas bumi? Read more