Catatan Perjalanan Pengelolaan Hutan di Indonesia (Part 1)

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/11/21/catatan-perjalanan-pengelolaan-hutan-di-indonesia-part-1/

Penguasaan hutan di Indonesia terbagi menjadi empat periode yaitu penguasaan para raja, penguasaan masa penjajahan Belanda, penguasaan masa penjajahan Jepang, serta penguasaan masa kemerdekaan yang terdiri dari era orde lama, era orde baru, dan era reformasi (Ngadiono 2004). Sumber daya hutan (SDH) pada periode para raja dianggap milik raja dan hanya dimanfaatkan dalam lingkup kecil terutama untuk konstruksi bangunan kerajaan zaman dahulu.

Seiring berjalannya waktu, pengelolaan hutan mulai berubah secara signifikan dan terjadi pada masa penjajahan Belanda (Ngadiono 2004). Pada era tersebut hutan mulai dianggap memiliki nilai ekonomi sehingga eksploitasi terhadap SDH mulai terjadi guna memenuhi kepentingan pemerintah Belanda. Berlandaskan pandangan tersebut, tanggal 9 Januari 1819 pemerintah Belanda untuk pertama kali membentuk organisasi yang  bertanggung jawab untuk melakukan ekploitasi SDH dengan menjamin kelestarian dan keamanan hutan. Read more

Perencanaan Zonasi Areal Hutan Layak Tebang

Peta Renca Areal Layak Tebang 300x150 Perencanaan Zonasi Areal Hutan Layak TebangPerencanaan hutan merupakan langkah awal yang harus dilakukan sebelum melakukan pengelolaan teknis di tingkat tapak atau unit manajemen. Perencanaan hutan ini berdasarkan tingkatannya dibagi menjadi perencanaan strategis, perencanaan taktis, perencanaan pemanenan tahunan, perencanaan operasi, dan operasi pemanenan (Karlsson et al 2004).

Perencanaan zonasi areal hutan layak tebang sendiri termasuk ke dalam perencanaan strategis karena bersifat jangka panjang dan dilakukan sebelum melakukan kegiatan operasional di lapangan. Sumber data dan informasi yang lengkap, detail, dan menyeluruh sangat dibutuhkan dalam perencanaan strategis ini. Perencanaan yang salah akan mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan yang dikelola oleh suatu perusahaan pada jangka waktu tertentu.

Read more

Semarak Kehutanan: Membangun Optimisme Sektor Kehutanan di Masa Depan

Foto Bersama dengan Para Pembicara 300x150 Semarak Kehutanan: Membangun Optimisme Sektor Kehutanan di Masa DepanSemarak Kehutanan 2017 yang digelar di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor menepis berbagai stigma negatif tentang hutan Indonesia.

Seringkali pemberitaan mengenai hutan Indonesia terus memberikan stigma negatif bagi masyarakat. Pemberitaan tentang sektor kehutanan yang seringkali terdengar di antaranya adalah kebakaran hutan, ilegal logging, perambahan hutan, perampasan lahan, korupsi di sektor kehutanan, rusaknya ekosistem, dan berita negatif lainnya. Hal ini cenderung memberikan persepsi bahwa sektor kehutanan merupakan sektor yang sangat penuh dengan masalah. Read more

PENTINGNYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK MENANGANI BAHAYA SERTA RISIKO KERJA DI BIDANG KEHUTANAN

SAFETY 150x150 PENTINGNYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK MENANGANI BAHAYA SERTA RISIKO KERJA DI BIDANG KEHUTANANKehutanan merupakan salah satu bidang pekerjaan yang menuntut seseorang untuk turun ke lapangan dan sangat berisiko untuk mengalami kecelakaan. Risiko dan bahaya merupakan dua komponen yang berkaitan dengan pekerjaan di bidang kehutanan dan sulit untuk dihindarkan.

Istilah bahaya dan risiko ini merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan. Namun terkadang, kita sering mengabaikan hal tersebut lantaran kedua hal itu hanya sebuah potensi yang belum tentu terjadi pada diri kita. Secara harfiah, pengertian bahaya dapat diartikan sebagai sebuah potensi yang muncul akibat aktivitas atau kegiatan manusia yang berinteraksi dengan mesin maupun lingkungan yang dapat menimbulkan kerugian, baik secara material maupun non material. Sedangkan, risiko merupakan besar kecilnya kemungkinan potensi bahaya tersebut terjadi. Read more

Studi Banding Himpunan Jadi Wadah Silaturahmi FMSC dan HMH Selva ITB

myhome1 150x150 Studi Banding Himpunan Jadi Wadah Silaturahmi FMSC dan HMH Selva ITBSetelah sukses melaksanakan seminar nasional manajemen hutannya di tanggal 22 Oktober 2017, FMSC kedatangan tamu khusus di hari Sabtu, 28 Oktober 2017. Sebanyak 18 orang mahasiswa dari Jurusan Rekayasa Hutan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam HMH Selva ITB didampingi dengan 2 dosen melakukan studi banding ke FMSC.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Sylva (RSS) yang juga disambut secara langsung oleh Sekretaris Departemen Manajemen Hutan, Dr. Ir. Muhdin M.Sc. Kehadiran teman-teman dari ITB tersebut juga disambut dengan antusiasme para pengurus FMSC untuk terus membangun relasi. Tujuan dari kegiatan studi banding ini sendiri adalah memperluas wadah untuk saling bertukar informasi mengenai hal-hal terkait bidang keilmuan maupun aktivitas mahasiswa di IPB dan ITB, khususnya antara FMSC dan HMH Selva ITB. Pertukaran informasi tersebut didapatkan melalui sesi tanya jawab antara teman-teman dari FMSC dengan teman-teman dari Selva ITB. Read more