ipb gelar sosialisasi snmptn dan sbmptn 2017 news 300x200 IPB Gelar Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017Sedikitnya 1.200 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat beserta guru pendamping memenuhi IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Selasa (24/1). Kehadiran mereka di kampus rakyat ini untuk mengikuti sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Mereka berasal dari  sekolah  se-Jabodetabek, Sukabumi, Cianjur, Banten, Karawang, Serang, Bandung, Ciamis, Cirebon, Cianjur, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Purbalingga, Ciamis, Garut, Pandeglang, dan Banjarnegara.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Herry Suhardiyanto menegaskan, siswa yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya layak mendapat kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui jalur SNMPTN. Dikatakannya, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan karakter. Dengan demikian, sekolah berkewajiban mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar, serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses pendaftaran.

Sedangkan SBMPTN dimana seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN melalui ujian tertulis secara nasional yang selama ini dilakukan, menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun untuk kepentingan nasional. Bagi peserta, seleksi bersama menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel karena adanya mekanisme lintas wilayah. Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan SBMPTN, yaitu seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis atau kombinasi ujian tertulis dan ujian keterampilan, maka di tahun 2017, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) melaksanakan ujian tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT). Hal ini dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2015, 2016, dan 2017 dari pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) atau yang sederajat, termasuk paket C.

Dalam kesempatan ini, rektor menyampaikan ragam informasi IPB, diantaranya tentang prestasi yang telah dicapai oleh IPB. Dengan ragam prestasi itu, terang rektor,  IPB dinilai menjadi salah satu perguruan tinggi terfavorit. Hal ini terbukti dari kompetisi yang sangat ketat untuk dapat masuk IPB.

Dari data penerimaan mahasiswa baru, IPB termasuk PTN yang sulit ditembus. Pada tahun 2016 lalu, dari pilihan pertama 27.205 pelamar SNMPTN, yang diterima 2.377 orang. Untuk SBMPTN ada 34.113 pelamar, yang diterima 1.312 orang. Selanjutnya, dari 5.824 pelamar melalui Ujian Talenta Masuk (UTM), yang diterima 443 orang. Sementara, pelamar melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD), dari 548 pelamar, diterima 197 orang.

Rektor menambahkan menurut penilaian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bersama Business Innovation Center (BIC) Indonesia, dalam sembilan tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2008 sampai dengan 2016, IPB setiap tahun selalu menjadi kontributor inovasi paling prospektif terbanyak di Indonesia. Total inovasi IPB pada periode tersebut adalah 359 inovasi dari 936 inovasi Indonesia, terbanyak dibandingkan dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lain. IPB memperoleh penghargaan peringkat III Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Kategori Perguruan Tinggi yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI dan Peringkat II Anugerah Cinta Karya Bangsa, Kategori Perguruan Tinggi yang diserahkan oleh Menteri Perindustrian RI.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Yonny Koesmaryono pada kesempatan ini memaparkan berbagai ketentuan SNMPTN dan SBMPTN 2017.

Tampak hadir dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis IPB, Prof. Dr. Hermanto Siregar; Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof. Dr. Anas Miftah Fauzi, dan Wakil Rektor Bidang Sarana dan Bisnis IPB, Dr. Arif Imam Suroso. Hadir pula para dekan di lingkungan IPB untuk memaparkan keunggulan masing-masing fakultas. Sekretaris Institut, Dr. Ibnul Qayim didaulat sebagai moderator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *