FMSC Mulai Lagi Program Bina Hutan Rakyat 2017

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/03/27/fmsc-mulai-lagi-program-bina-hutan-rakyat-2017/

Program Bina Hutan Rakyat merupakan program FMSC yang sudah berjalan sejak tahun 2015. Tahun ini FMSC melanjutkan program Bina Hutan Rakyat di Kampung Jeruk, Desa Nanggung, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Bogor. Tujuan dari pelanjutan program ini adalah menghasilkan suatu output yaitu berupa hutan rakyat yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Sabtu, 18 Maret 2017 telah dilaksanakan kegiatan perdana BHR di kampung jeruk, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung oleh tim peneliti BHR serta  kelompok tani lamping yang di dampingi oleh  salah satu dosen Manajemen Hutan yaitu Dr. Ir. Leti Sundawati, M.Sc. Read more

Hutan Kota, Gaya Dunia Kehutanan Hadapi Era Globalisasi

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/03/15/hutan-kota-gaya-dunia-kehutanan-hadapi-era-globalisasi/

1459033264624 Hutan Kota, Gaya Dunia Kehutanan Hadapi Era GlobalisasiHutan kota, dalam Peraturan Pemerintah No.63 tahun 2002 tentang hutan kota, didefinisikan sebagai suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Hutan kota dibiarkan tumbuh secara alami seperti hutan alam dan memiliki fungsi konservasi. Selain itu, hutan kota juga memiliki fungsi estetika.

Keberadaan hutan kota dapat memberikan kenyamanan dan keindahan sebagai ruang terbuka hijau. Di perkotaan yang identik dengan daerah yang padat oleh bangunan dan kendaraan bermotor, hutan kota memberikan keindahan alami yang bisa menjadi suatu sarana untuk mengurangi kejenuhan. Read more

Program-Program Kehutanan Masyarakat di Indonesia

Sumber : http://foresteract.com/program-kehutanan-masyarakat/

Kehutanan Masyarakat via changemakers.com  300x150 Program Program Kehutanan Masyarakat di IndonesiaDi Indonesia dikenal istilah Perhutanan Sosial, Kehutanan Sosial, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Serbaguna, dan Hutan Rakyat. Kartasubrata (1988) memandang bahwa istilah perhutanan sosial, kehutanan sosial, dan hutan kemasyarakatan sebagai padanan istilah social forestry, yang pada artikel ini akan menggunakan istilah kehutanan masyarakat. Lokasi pengembangan program-program tersebut sebagian pada tanah milik, sebagian lain pada tanah negara (hutan produksi, lindung, dan konservasi). Wujud dari program-program kehutanan masyarakat adalah apa yang disebut kebun campuran, pekarangan, hutan rakyat, usaha persuteraan, dan lebah madu.

1. Pengembangan Hutan Rakyat di Tanah Milik

Istilah hutan rakyat sudah lebih lama digunakan dala program-program pembangunan kehutanan dan disebut dalam UUPK (Undang-Undang Pokok Kehutanan) Tahun 1967. Di Jawa hutan rakyat dikembangkan pada tahun 1930-an oleh pemerintah kolonial Belanda. Setelah merdeka, pemerintah Indonesia melanjutkan pada tahun 1952 melalui gerakan “Karang Kitri” (Wartapura 1990). Secara nasional pengembangan hutan rakyat di bawah payung program penghijauan diselenggarakan pada tahun 1960-an, tepatnya saat Pekan Raya Penghijauan pertama tahun 1961. Read more

LSM kehutanan Indonesia

Sumber : http://foresteract.com/lsm-kehutanan-indonesia/

1337 featured 300x150 300x150 LSM kehutanan IndonesiaLSM kehutanan Indonesia saat ini memiliki peran penting untuk melakukan pengelolaan hutan yang lestari. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau sering pula disebut non-govermental organization (NGO) mempunyai kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, khususnya kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK).

LSM kehutanan Indonesia muncul dari terpusatnya kekuasaan dalam sektor kehutanan yang dimonopoli oleh pihak KLHK. LSM merupakan penyeimbang dan sebagai gabungan masyarakat yang berada di luar pemerintahan. LSM ini juga banyak menyuarakan berbagai kepentingan masyarakat sekitar hutan yang seringkali dirugikan dengan berbagai kebijakan oleh pemerintah. Read more