habitat hutan rawa gambut1 150x150 Positif Negatif Globalisasi bagi KehutananGlobalisasi menurut Bahasa adalah suatu proses yang mendunia. Globalisasi merupakan suatu proses masuknya negara ke dalam pergaulan dunia. Globalisasi membuat suatu negara semakin kecil atau sempit dikarenakan kemudahan dalam berinteraksi antarnegara baik itu dalam perdagangan, teknologi, pertukaran informasi, gaya hidup, maupun bentuk-bentuk interaksi lainnya. Globalisasi sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK). Kemajuan IPTEK di Indonesia sendiri dapat menjadi bukti bahwa negara kita ini dapat bersaing di kancah International.

Maraknya globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia ini secara tidak langsung memberikan dampak baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Lalu bagaimana dampak yang diberikan globalisasi terhadap dunia kehutanan kita? Ada dua isu yang sampai saat ini masih hangat, yaitu isu tentang kelestarian fungsi lingkungan dan keanekaragaman hayati sumber daya hutan yang semakin menurun, serta isu penghargaan dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat lokal yang hidup dan tinggal di dalam dan di sekitar kawasan hutan atau dikenal dengan indigenious people (masyarakat asli).

Isu pertama, mengenai kelestarian fungsi lingkungan dan keanekaragaman hayati sumberdaya hutan yang semakin menurun, merupakan akibat berkelanjutan dari dampak negatif globalisasi terhadap kehutanan Indonesia, yaitu pembalakan liar. Besarnya wilayah hutan yang luas menjadi sasaran empuk bagi para pelaku pembalakan liar yang tidak bermoral. Hal ini seharusnya ditindaklanjuti dengan tegas oleh pihak yang berwenang.

Selain itu, globalisasi juga memberikan dampak positif terhadap kehutanan. Dampak tersebut terlihat dengan semakin banyaknya alat canggih atau pembaharuan alat terkait bidang kehutanan yang menunjang pekerjaan para rimbawan semakin meningkat. Salah satu contohnya adalah alat modern yang biasa kita sebut dengan drone.

Alat ini dapat membantu pekerjaan rimbawan dalam melakukan pengawasan dan inventarisasi terhadap hutan khususnya dalam cakupan wilayah hutan yang luas dan memiliki medan yang berat. Hasil inventarisasi dengan alat ini dapat diperoleh dengan cepat dengan biaya yang relatif terjangkau sehingga memudahkan para rimbawan dalam melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien. (Farach Ulfa Husnia-Manajemen Hutan 51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *