Koreksi Geometrik Citra

Sumber : http://foresteract.com/koreksi-geometrik-citra/

 Koreksi Geometrik CitraPengolahan citra digital harus melalui tahap-tahap penyiapan citra digital terlebih dahulu sebelum dianalisis. Pra pengolahan citra ini mutlak diperlukan agar tidak ada terjadi kesalahan pada saat analisis citra digital. Pra pengolahan citra ini biasanya terdiri atas koreksi geometrik dan image enhancement.

Salah satu pra pengolahan citra digital yaitu koreksi geometrik, koreksi tipe ini memungkinkan user untuk menyesuaikan sistem koordinat citra yang akan dianalisis. Dalam koreksi tipe ini, biasanya sistem koordinat yang dipakai disesuaikan dengan sistem koordinat yang biasa dipakai di negara masing-masing. Indonesia sendiri dalam dunia Geographic Information System (GIS) biasanya selalu memakai sistem koordinat Universal Transverse Mercator (UTM). Read more

Pohon Sengon (Paraserianthes falcataria)

Sumber : http://foresteract.com/pohon-sengon-paraserianthes-falcataria/

Pohon Sengon 300x150 Pohon Sengon (Paraserianthes falcataria)Pohon sengon (Paraserianthes falcataria) merupakan salah satu pionir pohon multipurpose tree species di Indonesia. Pohon ini menjadi bahan yang sangat baik untuk industri karena kecepatan tumbuh yang baik, dapat hidup di berbagai kondisi tanah, serta bahan baku yang baik untuk industri panel kayu dan kayu lapis. Pohon Sengon ini menjadi sangat penting dalam sistem pertanian agroforestri di beberapa wilayah di Indonesia.

Setelah pasokan kayu dari hutan alam mulai menurun, Sengon menjadi andalan bagi tetap berjalannya industri kayu di Indonesia. Akhir-akhir ini pula pohon sengon telah berkembang pesat dengan penyebarannya di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Maluku. Read more

Klasifikasi Terbimbing dan Klasifikasi Tidak Terbimbing

Sumber : http://foresteract.com/klasifikasi-terbimbing-dan-klasifikasi-tidak-terbimbing/

Klasifikasi CItra 300x150 Klasifikasi Terbimbing dan Klasifikasi Tidak TerbimbingKegiatan klasifikasi tutupan lahan pada citra satelit dapat dilakukan dengan metode klasifikasi terbimbing (Suppervised Classification) dan klasifikasi tidak terbimbing (Unsuppervised Classification). Klasifikasi terbimbing adalah klasifikasi yang dilakukan dengan arahan analis (supervised), dimana kriteria pengelompokkan kelas ditetapkan berdasarkan penciri kelas (class signature) yang diperoleh melalui pembuatan area contoh (training area). Sedangkan, klasifikasi tidak terbimbing merupakan klasifikasi dengan pembentukan kelasnya sebagian besar dikerjakan oleh komputer. Kelas-kelas atau klaster yang terbentuk dalam klasifikasi ini sangat bergantung kepada data itu sendiri, yaitu dikelompokkannya piksel-piksel berdasarkan kesamaan atau kemiripan spektralnya (Riswanto 2009). Read more

Satelit TERRA

Sumber : http://foresteract.com/satelit-terra/

Citra ASTER via wikimedia.org  300x150 Satelit TERRATerra satelit (EOS AM-1) adalah satelit yang diluncurkan pada Desember 1999. Terra membawa lima instrumen penginderaan jauh yang mencakup MODIS dan ASTER. ASTER (Advanced Spaceborn Thermal Emission and Reflectance Radiometer) adalah sebuah spektrometer citra beresolusi tinggi. Instrumen ASTER didesain dengan 3 band pada jangkauan spektral visible dan near-infrared (VNIR) dengan resolusi 15 m, 6 band pada spektral short-wave infrared (SWIR) dengan resolusi 30 m dan 5 band pada thermal infrared dengan resolusi 90 m. Band VNIR dan SWIR mempunyai lebar band spektral pada orde 10. ASTER terdiri dari 3 sistem teleskop terpisah, dimana masing-masing dapat dibidikkan pada target terpilih. Dengan penempatan (pointing) pada target yang sama dua kali, ASTER dapat mendapatkan citra stereo beresolusi tinggi. Cakupan scan (Swath witdh) dari citra adalah 60 km dan revisit time sekitar 5 hari. Read more