kerangas 300x225 300x225 Ekosistem Keras Hutan KerangasProses evolusi yang terjadi dalam ribuan bahkan puluhan ribu tahun telah menyebabkan pohon-pohon di hutan tropis beradaptasi dengan tanah yang miskin unsur hara dan nutrisi. Salah satunya di daratan Kalimantan atau Borneo. Jika di pulau-pulau lainnya di Indonesia, lapisan atas tanah (top soil) umumnya disuburkan oleh abu dan material vulkanik, di Kalimantan, vegetasi tersebut harus berjuang untuk menyerap nutrisi dari tanah yang sangat tipis lapisan suburnya. Pada umumnya kondisi seperti ini dimiliki oleh hutan kerangas.

Hutan kerangas adalah hutan yang memiliki lahan ekstrem dan rawan atau sangat peka terhadap gangguan seperti kebakaran. Kata “Kerangas” berasal dari bahasa Dayak Iban yang memiliki arti “tanah yang tidak dapat ditanami padi”. Julukan ini diberikan karena substrat tanah yang terbentuk sangat miskin unsur hara sampai – sampai padi tidak dapat ditanam. Karena kondisi yang ekstrem, vegetasi yang mampu bertahan di hutan kerangas umumnya memiliki pola adaptasi yang luar biasa.

Salah satu contoh vegetasi hutan kerangas adalah genus Nephentes atau biasa disebut kantong semar, menyerap nutrisi dari hewan dan serangga yang masuk terjebak ke dalam kantung yang dimilikinya supaya tetap bertahan hidup di atas lahan ekstrem hutan kerangas. Jenis tumbuhan lain yang mampu bertahan hidup di hutan kerangas adalah geronggang (Cratoxylum arborescens). Geronggang merupakan jenis pohon pionir di hutan sekunder. Pohon tersebut mampu bertahan dari panas, cepat tumbuh dan dapat hidup dalam sebuah hutan yang pernah terbakar serta didukung oleh batang yang keras sehingga mampu bertahan dari kekeringan. Menurut penelitian hutan kerangas di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan, vegetasi di hutan kerangas tersebut terdiri dari 14 jenis pohon. Dalam sebuah proses rantai ekosistem yang rumit, vegetasi “mendaur ulang” nutrisi yang jatuh dari tajuk pohon yang kemudian membentuk serasah tanah dan seterusnya hara yang ada didalamnya digunakan untuk pertumbuhannya.

Menurut penelitian, hutan kerangas sendiri berasosiasi dengan lapisan gambut. Lapisan tanah gambut yang berasal dari jenis-jenis serasah organik menumpuk selama ribuan-puluhan ribu tahun di atas substrat dasar pasir kuarsa. Dengan demikian beberapa ahli menyimpulkan bahwa hutan kerangas merupakan awal dari suksesi kompleks berbagai vegetasi untuk bertahan hidup di atas lapisan miskin hara, yang pada akhirnya akan menciptakan tumpukan tebal serasah gambut di atas tanah tersebut.

Meski hutan kerangas memiliki tanah yang miskin hara, para peneliti menyatakan bahwa hutan kerangas kedepannya dapat digunakan sebagai sumber bahan baku obat-obatan. Menurut para peneliti, kedepannya tumbuhan-tumbuhan dari hutan kerangas dapat dikembangkan sebagai antibakteri, antioksidan, antiplasmodium (anti malaria), antihipertensi dan antidiabetes.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kissinger et al (2013), sekurang-kurangya terdapat 36 jenis tumbuhan dari hutan kerangas yang dapat digunakan sebagai bahan pengobatan. Disebabkan tempat tumbuh yang ekstrim, tumbuhan yang hidup di hutan kerangas telah menjelma menjadi suatu komunitas vegetasi spesifik dan berpotensi dalam menghasilkan metabolit sekunder yang menjadi dasar sebagai tanaman bahan pengobatan.

Itulah hutan kerangas, sekeras dan seekstrem lahan yang dimiliki, masih ada vegetasi yang tetap hidup di atas minimnya lapisan subur tanah. Jika tidak ada satupun vegetasi  yang dapat hidup di atasnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa sebagian besar daratan pulau Kalimantan telah berubah menjadi gurun pasir sejak dulu. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut Hari Hutan Internasional pada hari ini, FMSC mengajak teman – teman semua untuk semakin peduli pada hutan – hutan di Indonesia khususnya hutan yang memerlukan perlakuan khusus dan rawan akan gangguan, baik gangguan dari alam seperti kebakaran maupun dari kita sebagai manusia. Sebagai rimbawan juga, kita sudah sepatutnya menjaga alam dan lingkungan agar tetap sehat dan lestari. Salam hangat, salam rimbawan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *