Sumber : https://kumparan.com/@millennial/mahtuf-ikhsan-terbang-ke-tujuh-negara-dengan-membawa-misi-mulia
d9qve567q5gpn52dyp0d 300x169 Mahtuf Ikhsan: Terbang ke Tujuh Negara dengan Membawa “Misi Mulia”Namanya mungkin enggak setenar Tsamara Amany, politisi muda yang di tahun 2017 ini menyedot perhatian banyak orang terkait sepak terjangnya di dunia politik Indonesia. Namun, kalau kita berbicara tentang hutan Indonesia, Mahtuf Ikhsan enggak cuma jadi remaja yang dikenal di Tanah Air, tapi juga di beberapa negara di dunia
Yap, mahasiswa semester tiga di Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini sudah melalang buana ke beberapa negara di dunia untuk menyampaikan “keresahannya” terkait hutan di Indonesia. “Awalnya karena disuruh orang tua. Namun, makin ke sini, saya merasa kalau itu adalah passion saya,” ujar cowok berusia 18 tahun kepada kumparan (kumparan.com) lewat sambungan telepon.

Tidak berhenti sampai di situ, lebih lanjut, Mahtuf menambahkan bahwa pada Agustus 2018 nanti, dia bersama dua orang mahasiswa asal Indonesia akan bertolak ke Meksiko untuk menghadiri pertemuan mahasiswa kehutanan sedunia. Di sana, dia akan membahas satu isu terkait hutan di Indonesia.
“Di sana (Meksiko), akan ada diskusi dan topik yang diangkat adalah tentang pengelolaan hutan rakyat. Jadi, saya dan dua mahasiswa lain dari Indonesia membahas tentang kebutuhan kayu oleh masyarakat. Masyarakat sangat bergantung pada hutan rakyat. Namun, ada beberapa kendala, yakni kurangnya koordinasi dan perhatian pemerintah pada petani hutan rakyat,” lanjut Mahtuf
Yap, jalan-jalan gratis ke luar negeri dengan membawa satu misi mulia rupanya bukan jadi yang pertama bagi dirinya. Mahtuf mengaku, selama sekitar 1,5 tahun kuliah, dia sudah berkelana ke beberapa negara di dunia, sebut saja Malaysia, Thailand, Jerman, Taiwan, Hongkong, dan Sri Lanka.
“Totalnya, selama kuliah, saya sudah sembilan kali ke luar negeri untuk ikut dalam forum diskusi,” tambah cowok yang bercita-cita menjadi seorang Diplomat Kehutanan.
Enggak cuma berhasil jalan-jalan ke beberapa negara di dunia, selama kuliah, Mahtuf juga sudah menorehkan beberapa penghargaan bergengsi, di antaranya Best Presentation dan Best Paper pada 5th World Conference on Applied Science Enginering and Technology (WCASET) 2017 di Bangkok dan Excellent Presentation pada ICTCE 2017 di Taiwan 2017.
“Partisispasi pemuda dalam mengatasi permasalahan dunia khususnya di bidang kehutanan sangat diperlukan. Ke depannya, saya ingin lebih mendalami tentang kehutanan, baik di Indonesia atau dunia,” tutup Mahtuf menegaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *