Sumber : http://gunungwalat.ipb.ac.id/praktik-umum-kehutanan-puk-mahasiswa-fakultas-kehutanan-ipb-tahun-2018/

Praktik Umum Kehutanan PUK mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB tahun 2018 1200x800 300x200 Praktik Umum Kehutanan (PUK) mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB tahun 2018Gunung Walat, Sukabumi – Praktik Umum Kehutanan (PUK) mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB tahun 2018 telah berlangsung dari tanggal 3 – 15 Agustus 2018 di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi.

Fakultas Kehutanan IPB telah melaksanakan agenda tahunan berupa kegiatan Praktik Umum Kehutanan (PUK) angkatan 53 di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi. Praktik ini diikuti oleh 356 mahasiswa dari Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Departemen Manajemen Hutan, Departemen Silvikultur dan Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB.

Praktik yang sebelumnya telah berlangsung di beberapa tempat di sekitar Jawa Barat, seperti Gunung Sancang, Batu Raden hingga Pantai Pangandaran menjadikan HPGW sebagai basecamp terakhir mereka untuk menyelesaikan PUK yang melibatkan dosen pembimbing sebanyak 48 orang, baik saat mereka tersebar di beberapa tempat hingga sampai selesainya praktik.

“Praktik ini berlangsung sekitar 23 hari, semua terlibat termasuk juga partisipasi dari kakak kelasnya yang bertindak sebagai asisten dosen untuk mendampingi adik-adik kelasnya sehingga semua apa yang diinginkan oleh departemen maupun yang diprogramkan oleh dosen bisa berjalan sesuai dengan modul,” ujar Ketua Panitia PUK 2018 Bapak Dr.Ir. Gunawan Santosa, MS saat ditemui di HPGW, Selasa (14/8).

Menurutnya kegiatan PUK 2018 diawali dengan mengenal ekosistem hutan, seperti hutan pantai, hutan mangrove, hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi. Setelah pengenalan ekosistem hutan terpenuhi, mahasiswa mempraktikkan ilmu kehutanan sesuai dengan materi mata kuliah di Gunung Walat.

“Selanjutnya praktik di sini lebih kepada praktik perlindungan hutan, perencanaan hutan, pembinaan hutan, hama & penyakit hutan, jadi semua materi merupakan kompetensi minimal seorang sarjana kehutanan,” ungkapnya.

Pak Gun (sapaan akrabnya) berpesan agar para mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan PUK dapat memahami dan mengenal apa yang dinamakan dengan hutan dan cara pengelolaannya.

“Harapannya dengan selesainya mahasiswa melaksanakan PUK, mereka sudah paham betul mengenal apa yang dinamakan hutan. Memahami betul aktivitas dalam pengelolaan hutan, mulai dari pengenalan informasi hutan yang ada di Indonesia. Nah ini merupakan basic dari ilmu kehutanan,” terang Pak Gun yang juga sebagai Dosen Divisi Pemanfaatan Sumber Daya Hutan HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB.

Pak Gun menambahkan bahwa selain ilmu yang didapat oleh mahasiswa, tentunya dapat mempererat jiwa korsa mahasiswa terutama saat berlangsungnya kegiatan PUK.

“Jadi akan semakin kompak, saling mengenal satu sama lain dalam satu angkatan ini, dan juga nanti diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini mereka bisa bekerja sama dalam hal-hal yang lain yang dibutuhkan pada saat nanti mereka menjadi alumni. Itu mulai dipupuk pada saat mereka melaksanakan PUK. Jiwa korsa rimbawan itulah yang kita selalu tanamkan kepada mereka,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *