Hutan Indonesia semakin Menipis, Siapa Yang Patut Disalahkan?

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/04/15/hutan-indonesia-semakin-menipis-siapa-yang-patut-disalahkan/

Publish8 150x150 Hutan Indonesia semakin Menipis, Siapa Yang Patut Disalahkan?Indonesia dikenal sebagai negara dengan luas hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, menurut WWF Indonesia tahun 2003, yaitu seluas 103 juta hektar. Jika sebatang pohon saja memiliki cerita sejarahnya sendiri, maka hutan memiliki nilai filosofis yang lebih tinggi, sebagai paru-paru dunia. Maka, tak heran jika hutan di Indonesia menjadi sorot perhatian dunia. Namun untuk mempertahankan fungsi dan wilayah hutan tidaklah mudah, upaya pemeliharaan yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan dan degradasi hutan selama ini. Itulah yang kini menjadi potret nyata hutan di Indonesia.

Pengelolaan hutan di Indonesia selama ini kurang memperhatikan filosofi dari pentingnya hutan itu sendiri, sehingga sering terjadi kerusakan hutan dan degradasi hutan. Hal ini diperparah lagi dengan eksploitasi, penebangan liar, pembalakan, dan kebakaran hutan di berbagai wilayah. Fungsi hutan semestinya menjadi penyokong bagi kehidupan, namun kini di Indonesia fungsi ini tak dapat berjalan secara maksimal. Read more

Ekowisata sebagai Alternatif Pelestarian Hutan

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/04/15/ekowisata-sebagai-alternatif-pelestarian-hutan/

publish1 150x150 Ekowisata sebagai Alternatif Pelestarian HutanDewasa ini banyak dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa berbondong-bondong untuk sekedar pergi melihat pemandangan dan menikmati suasana hutan alam. Istilah lain untuk kegiatan perjalanan oleh seseorang ke daerah terpencil dengan tujuan menikmati dan mempelajari segala sesuatu tentang alam, sejarah, dan budaya di suatu daerah, yang mana pola wisatanya membantu masyarakat lokal dan pelestarian alam dikenal dengan ekowisata. Kegiatan ini tentu saja menghasilkan keuntungan bagi masyarakat lokal dan pengunjung baik dari segi ekonomi maupun psikologi.

Indonesia mempunyai daya tarik hutan hujan tropis tersendiri bagi turis luar maupun lokal. Banyak dari mereka yang rela berpergian, bahkan melewati tempat terpencil dengan medan yang sukar, hanya untuk dapat menikmati suasana alam nan menyegarkan mata sekaligus untuk terapi mental jiwa. Semakin seringnya tempat-tempat ekowisata alam di Indonesia ini dikunjungi, maka sisi baik tersendiri diberikan untuk dunia kehutanan. Read more

Positif Negatif Globalisasi bagi Kehutanan

habitat hutan rawa gambut1 150x150 Positif Negatif Globalisasi bagi KehutananGlobalisasi menurut Bahasa adalah suatu proses yang mendunia. Globalisasi merupakan suatu proses masuknya negara ke dalam pergaulan dunia. Globalisasi membuat suatu negara semakin kecil atau sempit dikarenakan kemudahan dalam berinteraksi antarnegara baik itu dalam perdagangan, teknologi, pertukaran informasi, gaya hidup, maupun bentuk-bentuk interaksi lainnya. Globalisasi sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK). Kemajuan IPTEK di Indonesia sendiri dapat menjadi bukti bahwa negara kita ini dapat bersaing di kancah International.

Maraknya globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia ini secara tidak langsung memberikan dampak baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Lalu bagaimana dampak yang diberikan globalisasi terhadap dunia kehutanan kita? Ada dua isu yang sampai saat ini masih hangat, yaitu isu tentang kelestarian fungsi lingkungan dan keanekaragaman hayati sumber daya hutan yang semakin menurun, serta isu penghargaan dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat lokal yang hidup dan tinggal di dalam dan di sekitar kawasan hutan atau dikenal dengan indigenious people (masyarakat asli). Read more

Hutan Rakyat: Definisi, Pengelolaan, Jenis, dan Kendala yang Dihadapi

 sumber : http://foresteract.com/hutan-rakyat/

Agroforestry via lift fund.org  300x150 Hutan Rakyat: Definisi, Pengelolaan, Jenis, dan Kendala yang DihadapiBerdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 49 Tahun 1997, hutan rakyat adalah hutan yang dimiliki oleh rakyat dengan luas minimal 0,25 ha, penutupan tajuk tanaman berkayu dan atau jenis lainnya lebih dari 50% atau jumlah tanaman pada tahun pertama minimal 500 tanaman tiap Ha. Artinya hutan jenis ini apabila mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 mengenai kehutanan termasuk ke dalam hutan hak karena lahannya dimiliki oleh sektor privat atau swasta. Read more

Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)

Sumber : http://foresteract.com/pembukaan-wilayah-hutan-pwh/

Pembukaan Wilayah Hutan via wordpress.com  300x150 Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)Hasil hutan kayu maupun hasil hutan non kayu akan lebih bermanfaat apabila dapat dikeluarkan dari hutan dengan lancara dan cepat sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau dijadikan bahan baku di pabrik-pabrik pengolahannya. Agar pengelolaan hutan lestari dan pemanfaatan hasil hutan yang maksimal dapat tercapai, maka prasarana akses keluar masuk hutan harus tersedia dengan baik sehingga kegiatan-kegiatan penanaman, pembinaan hutan, perlindungan hutan, pemanenan hasil hutan, monitoring, evaluasi, dan pengawasan dapat dilakukan dengan lancar dan mudah. Read more