Memahami Politik Adopsi Hasil Penelitian sebagai Strategi Pengembangan KPH: Studi Literatur dan Pengalaman Empiris

Sejak tahun 2001, International Development Research Centre (IDRC) yang bermarkas di Canada, telah melakukan evaluasi tentang bagaimana penelitian mereka dari waktu ke waktu mempenga-ruhi proses terjadinya kebijakan publik (Mably, 2006). Evaluasi itu diarahkan untuk memetakan pengetahuan yang dihasilkan dan cara mentransformasikannya menjadi kebijakan. Penelitian itu berusaha mempelajari bagaimana saluran ide untuk keputusan-keputusan dalam pembuatan kebijakan dan bagaimana pengambil keputusan mendapatkan akses ke ide-ide yang mereka butuhkan (Carden 2005). Dalam hal ini, secara umum telah diakui bahwa hubungan antara ilmu pengetahuan dan hasil penelitian dengan pembuatan/evaluasi kebijakan tidak linier. Artinya keberadaan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian itu tidak secara langsung dapat diadopsi untuk pembuatan/evaluasi kebijakan. Read more

Upacara Hardiknas 2018

 Upacara Hardiknas 2018Hari Pendidikan Nasional yang disingkat HARDIKNAS adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran salah satu pahlawan nasional Ki Hadjar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat), beliau merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakai Ki Hadjar Dewantara kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya (2 Mei 1889) sebagai Hari Pendidikan Nasional. Read more

Gaylord Nelson, Tumpahan Minyak, dan Sejarah Hari Bumi

IMG 20180317 164417 300x225 300x225 Gaylord Nelson, Tumpahan Minyak, dan Sejarah Hari BumiHari Bumi menjadi penyaluran energi dari gerakan antiperang dengan menempatkan kekhawatiran mengenai lingkungan di garis depan.

sebuah hari yang juga diperingati oleh seluruh umat manusia di dunia, yakni Hari Bumi — yang menandai halaman baru dalam gerakan lingkungan modern.

Sampai saat ini semakin banyak pihak dan gerakan yang bersuara secara lantang menuntut kita semua untuk semakin peduli terhadap “rumah” tempat kita berlindung. Berbagai media juga menampilkan usaha berbagai pihak dalam menjaga bumi. Anak kecil hingga orang dewasa turut mengunggah materi terkait hari bumi ke dalam linimasa digital mereka. Read more

Mama Aleta Baun, Pahlawan Lingkungan yang Menjaga Bumi NTT Lewat Kain Tenun

Sumber : https://astralife.co.id/ilovelife/mama-aleta-baun-pahlawan-lingkungan-yang-menjaga-bumi-ntt-lewat-kain-tenun/

mama aleta 300x201 300x201 Mama Aleta Baun, Pahlawan Lingkungan yang Menjaga Bumi NTT Lewat Kain TenunSebagian besar masyarakat Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, percaya leluhur mereka berasal dari batu, kayu, dan air. Batu, hutan, dan air menjadi simbol marga dan martabat bagi warga setempat. Karena itu, mereka terusik ketika wilayahnya terancam akibat penambangan. Salah satu masyarakat Mollo yang berdiri di garda terdepan adalah Aleta Baun atau sering dipanggil Mama Aleta. Marga Baun sendiri diambil dari unsur air.
Sejak kecil, Aleta diajarkan leluhurnya bahwa alam mengandung nyawa sehingga harus dilindungi. Mereka mengibaratkan alam seperti manusia. Tanah dilambangkan sebagai daging, air sebagai darah, batu sebagai tulang, dan hutan sebagai nadi dan rambut. Karena itu, Aleta marah ketika alam sekitarnya terancam. Read more