Guru Besar IPB: Permasalahan Kehutanan Terjadi Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Prof Hariadi 225x300 Guru Besar IPB: Permasalahan Kehutanan Terjadi Jauh Sebelum Indonesia MerdekaGuru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Hariadi Kartodiharjo melakukan Orasi Ilmiah berjudul “Diskursus dan Kebijakan Institusi-Politik Kawasan Hutan: Menelusuri Studi Kebijakan dan Gerakan Sosial Sumber Daya Alam di Indonesia”. Orasi digelar di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Darmaga Bogor (13/2). Pakar kehutanan ini mengatakan persoalan kawasan hutan dan pertanahan telah terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka.
Dalam orasinya, Prof. Hariadi memaparkan berbagai permasalahan kawasan hutan dan solusinya serta pengalamannya dalam mengikuti proses perubahan kebijakan. “Permasalahan kawasan hutan meliputi konflik antar berbagai pihak, keterlanjuran tambang, persoalan tukar menukar kawasan hutan, perizinan yang salah lokasi, atau hilangnya kekayaan negara dan tingginya biaya transaksi perizinan serta pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya.

Read more

KELOMPOK STUDI HIDROLOGI FMSC BELAJAR DARI STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA, BOGOR

Kelompok Studi 300x225 300x225 KELOMPOK STUDI HIDROLOGI FMSC BELAJAR DARI STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA, BOGORKelompok studi hidrologi adalah kelompok studi dibawah divisi keprofesian Forest Management Club (FMSC) IPB. Kelompok studi hidrologi beranggotakan 23 orang, pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2015 kelompok studi hidrologi mengadakan kegiatan kunjungan ke stasiun klimatologi. Kunjungan ini bertujuan untuk pengenalan alat-alat klimatologi dan juga sebagai pengalaman lapang melihat langsung alat-alat yang digunakan dalam kesehariannya di stasiun itu sendiri. Kunjungan dilakukan pukul 09.00-11.30 WIB di stasiun klimatologi ditemani oleh para pemandu dari stasiun klimatologi bagian unit kerja pengamatan. Read more

FMSC SUKSES LAKSANAKAN PENGAMBILAN DATA EKSPLORASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI RESORT CISOKA, KABUPATEN LEBAK, BANTEN

11000265 921319341224359 3693262951419096007 n 300x200 300x200 FMSC SUKSES LAKSANAKAN PENGAMBILAN DATA EKSPLORASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI RESORT CISOKA, KABUPATEN LEBAK, BANTENTim Eksplorasi Hasil Hutan Bukan Kayu telah kembali dari pengambilan data di Resort Cisoka, Kabupaten Lebak, Banten pada tanggal 4 Juli 2015 kemarin dengan selamat. Tim berangkat pada tanggal 27 Juni 2015. Meskipun bulan puasa tak menjadi halangan untuk melaksanakan tugas lapang yang baru pertama kalinya dilaksanakan oleh himpunan profesi Forest Management Students’ Club (FMSC). Pengambilan data Eskplorasi Hasil Hutan Bukan Kayu meliputi enam tempat yaitu Kasola, Lebak Sangka, Bojong Sarung, Cibarani, Pasir Langkap, dan Padurung. Tim Eksplorasi Hasil Hutan Bukan Kayu dipecah lagi menjadi enam kelompok berdasarkan lokasi lokasi tersebut, dengan 3 kelompok beranggotakan masing-masing 10 orang untuk tiga lokasi yang luas yaitu Kasola, Lebak Sangka, Bojong Sarung dan 3 kelompok beranggotakan 6 orang untuk daerah yang luasannya lebih kecil yaitu Cibarani, Pasir Langkap, dan Padurung. Read more

MENGANALISIS SEGI KEBAKARAN HUTAN DI INDONESIA MELALUI SUDUT PANDANG DEMOGRAFI

hutan 300x200 1 300x200 MENGANALISIS SEGI KEBAKARAN HUTAN DI INDONESIA MELALUI SUDUT PANDANG DEMOGRAFIKebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menyerupai agenda tahunan yang rutin terjadi. Puncaknya terjadi sekitar September atau Oktober. Deforestasi dan berulangnya kebakaran membuat bentang alam Indonesia menjadi lebih rentan akan kebakaran. Pantauan satelit modis hingga Jumat, (3/7/15) setidaknya terpantau 203 titik api. Padahal Presiden Joko Widodo pernah mengeluarkan pernyataan bahwa tahun ini bebas asap, tetapi mengapa kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi? Read more

MENGENAL PROSEDUR PERIZINAN PEMBUKAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

kebun sawit MENGENAL PROSEDUR PERIZINAN PEMBUKAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWITApa yang kalian bayangkan ketika mendengar tentang kelapa sawit? Minyak olahannya? Atau perkebunannya yang luas? Ya, tanaman kelapa sawit memang merupakan salah satu industi pertanian yang strategis. Tanaman kelapa sawit berasal dari pesisir Afrika Barat yang masuk ke Indonesia lalu ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1848. Mulai tahun 1911, Kelapa sawit mulai diusahakan secara komersial dan berkembang cukup pesat pada tahun 1939 setelah diusahakan oleh 66 perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan total area 100 ribu hektar. Namun setelah masuknya penjajah Jepang, perkebunan kelapa sawit menjadi tidak terawat dan kondisi ini terus berlanjut hingga tahun 1957 (Direktoral Jenderal Perkebunan dalam JPPP 2007).

Awal tahun 1980-an, perkebunan kelapa sawit berkembang cukup pesat melalui proyek Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun). Pada awalnya, perkebunan ini hanya diusahakan oleh perkebunan besar dan terpusat di Sumatera bagian utara dan sedikit di bagian selatan. Tahun 1980, areal perkebunan kelapa sawit Indonesia tercatat 290 ribu hektar lalu meningkat hingga 1,127 juta hektar pada tahun 1990 dan mencapai 4,158 juta hektar di tahun 2000 (Direktoral Jenderal Perkebunan dalam JPPP 2007). Perkebunan itu terus meluas dan secara nasional areal perkebunan kelapa sawit tumbuh dengan rata-rata 12.30% per tahunnya selama 27 tahun terakhir. Hal ini beriringan dengan peningkatan produksi minyak sawit di Indonesia yang juga meningkat tajam dari 721 ribu ton di tahun 1980 hingga 2,40 juta ton pada tahun 1990. Sejak itulah industri kelapa sawit merupakan salah satu industri pertanian yang strategis. Read more