Analisis vegetasi: Species-Area Relationship

Pepohonan Analisis vegetasi: Species Area RelationshipVegetasi adalah kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersamaan pada suatu waktu dan tempat. Mekanisme kehidupan dalam vegetasi terdapat interaksi yang erat, baik di antara individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem hidup yang dinamis (Sagala 1997).

Vegetasi ini biasanya membentuk suatu ekosistem yang khas dan berbeda dengan ekosistem lainnya. Vegetasi ini pula yang mencirikan suatu ekosistem, misalkan di ekosistem savana vegetasi dominan adalah rumput-rumputan dan tanaman bawah, di ekosistem pegunungan bawah didominasi oleh vegetasi berupa pepohonan, dan di ekosistem mangrove memiliki contoh vegetasi tanaman yang tahan terhadap kadar garam yang cukup tinggi. Read more

Guru Besar IPB: Degradasi Akibat Pembangunan tak Terelakkan

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/17/12/18/p15yvt374-guru-besar-ipb-degradasi-akibat-pembangunan-tak-terelakkan

guru besar fakultas kehutanan fahutan institut pertanian bogor ipb  171218225003 401 300x201 Guru Besar IPB: Degradasi Akibat Pembangunan tak TerelakkanPeningkatan produksi pertanian tidak bisa lagi dengan cara intensifikasi apalagi ditambah dengan adanya tuntutan swasembada. Harus ada perluasan lahan. Hal yang memungkinkan adalah ekstensifikasi dengan membuka kawasan hutan. Tetapi pasti ada tekanan mengenai isu lingkungan.

“Sebagian besar petani hanya memiliki luas lahan 0,2-0,49 hektar. Ini hampir mustahil untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup keluarga, apalagi memenuhi kebutuhan pangan 261 juta jiwa rakyat Indonesia. Bandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika menyediakan 71 persen lahan daratannya untuk pertanian. Begitu juga Australia sekira 50 persen. Mereka maju di bidang pertanian karena tetap memperhatikan luasan lahan pertaniannya,” ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof  Dr Dodik Ridho Nurrochmat. Read more

WAWANCARA DENGAN PROFESOR DODIK RIDHO NURROCHMAT TENTANG “PERAN ILMU SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN MATA PENCAHAYAAN ORANG DEPENDEN KEHUTANAN”

oleh Mahtuf Ikhsan
interview image 300x114 WAWANCARA DENGAN PROFESOR DODIK RIDHO NURROCHMAT TENTANG PERAN ILMU SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN MATA PENCAHAYAAN ORANG DEPENDEN KEHUTANANProfesor Dodik Ridho Nurrochmat adalah dosen senior di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Indonesia. Dia mengkhususkan diri pada Kebijakan Kehutanan dan Ekonomi, Kebijakan Publik, Ekonomi Politik, dan Ekonomi Lingkungan. Dia memiliki gelar PhD dalam Forest Policy and Nature Conservation dari Georg-August University of Göettingen. Profesor Nurrochmat juga merupakan salah satu pendiri IFSA LC IPB, yang didirikan pada tahun 1991. Saat ini dia adalah direktur Direktorat Studi Strategis dan Kebijakan Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Read more

Guru Besar IPB : 95 Persen Manfaat Hutan Terbuang Percuma

Sumber : http://bogor.tribunnews.com/2017/11/27/guru-besar-ipb-95-persen-manfaat-hutan-terbuang-percuma

23824659 155379168528432 2296954192142532608 n 300x203 Guru Besar IPB : 95 Persen Manfaat Hutan Terbuang PercumaHutan Indonesia dapat menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Namun demikian, berdasarkan riset tim peneliti Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB), potensi sumberdaya hutan yang sangat besar tersebut, baru 5 persen yang telah dimanfaatkan. Selebihnya 95 persen terbuang sebagai pemborosan.

Menurut Guru Besar Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB, Prof. Dr. Dudung Darusman dalam materi orasi ilmiahnya di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor (25/11) mengatakan Indonesia masih memiliki sumberdaya hutan yang sangat besar, tetapi masih belum optimum memberi kontribusi bagi kesejahteraan bangsa Indonesia. Hal itu akibat masih belum utuh dan komprehensifnya landasan pemikiran ekonomi di dalam pengurusannya.

Read more

Guru Besar IPB Gagas Perhutanan Sosial dengan Libatkan Masyarakat

Sumber : http://bogor.tribunnews.com/2017/08/07/guru-besar-ipb-gagas-perhutanan-sosial-dengan-libatkan-masyarakat

hutan 20170807 204520 300x168 Guru Besar IPB Gagas Perhutanan Sosial dengan Libatkan MasyarakatGuru Besar Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB), Prof. Dr. Ir. Didik Suharjito, MS mencetuskan gagasan perhutanan sosial. Perhutanan sosial merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara aktif.

Tujuan pengelolaan hutan terjadi dalam dua arah yaitu masyarakat mendukung pengelolaan hutan lestari (PHL) yang dicanangkan pemerintah dan masyarakat juga dapat mengambil sumberdaya alam yang ada di hutan sebagai penghasilan. Read more