IPB Carbon Count (ICC)

IMG 20160327 141916 HDR 700x300 300x129 IPB Carbon Count (ICC)

Kegiatan ICC dilatarbelakangi secara global oleh isu meningkatnya Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Gas rumah kaca merupakan gas-gas di atmosfer yang mampu menyerap radiasi gelombang panjang yang dipantulkan dari permukaan bumi sehingga menyebabkan suhu atmosfer meningkat secara global atau sering disebut sebagai pemanasan global. Gas rumah kaca tersebut menyebabkan keseimbangan radiasi berubah sehingga menyebakan peningkatan suhu atmosfer. Gas Rumah Kaca (GRK) dapat dikurangi dengan menigkatkan potensi vegetaasi berkayu dan mempertahankan hutan. Read more

Mengenal potensi Unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

hasil hutan bukan kayu 300x225 Mengenal potensi Unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki hutan terluas di dunia. Data statistik tahun 1993 mencatat luas hutan Indonesia sekitar 141,8 juta hektar. Data lainnya menyebutkan luas hutan Indonesia menempati urutan ke – 9 terluas di dunia setelah Australia dan Argentina dengan luasan 884.950 Km2. Keanekaragaman hayati yang di kandung oleh hutan Indonesia sangatlah melimpah. Dari hasil survei IBSAP ( Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan) pada tahun 2003 diketahui bahwa di Indonesia terdapat 515 jenis mamalia (36% endemik, peringkat pertama dunia), 35 jenis primate (25% endemik), 511 jenis reptil, 1.531 jenis burung (sebagian jenis endemik), 270 jenis amfibi, dan 212 jenis kupu-kupu (44% endemik). Jenis tumbuh-tumbuhan di Indonesia diperkirakan berjumlah 25.000 jenis atau lebih dari 10% dari flora dunia. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan Indonesia juga memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, mulai dari potensi hutan yang bersifat kayu, maupun potensi hutan bukan kayu. Pada tahun 1997, sektor kehutanan dan pengolahan kayu menyumbang 3,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan ekspor kayu lapis, pulp dan kertas nilainya mencapai 5,5 miliar dolar untuk devisa negara. Jumlah ini nilainya hampir setengah dari nilai ekspor minyak dan gas, dan setara dengan hampir 10 persen pendapatan ekspor total. Melihat potensi hasil hutan bukan kayu, potensi ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan mengingat keanekaragaman jenis tanaman hutan Indonesia yang sangat banyak manfaatnya, baik manfaat langsung (tangible) maupun manfaat tidak langsung (intangible). Read more

LLA & JKS Fakultas Kehutanan 2016

LLA JKS 300x225 LLA & JKS Fakultas Kehutanan 2016Paguyuban Alumni Silvasary bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan IPB. Mengadakan Acara Lomba Lintas Alam dan Jalan Kaki Sehat atau LLA dan JK (22/05/16).  Para peserta JKS terdiri dari  Tenaga Kependidikan, tenaga pendidik, serta para alumni serta pensiunan dosen dan keluarga besar Fakultas Kehutanan IPB. Sedangkan para peserta LLA diikuti oleh kalangan mahasiswa dan pelajar sewilayah Jabodetabek dan Bandung sebanyak ± 150 regu. Acara yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan IPB, dihadiri pula oleh Wakil Rektor, Wakil Walikota Bogor, Direktur Perusahaan RNI, sebagai sponsor utama acara ini, dengan mengambil Star di Halam Depan Gedung Fakultas Kehutanan IPB dengan rute lingkar kampus IPB Darmaga dan finis di gedung Asrama Silvasary Kampus IPB Darmaga Bogor. Read more

FMSC Menuju Bina Hutan Rakyat 2016

IMG 20160514 190259 250x300 FMSC Menuju Bina Hutan Rakyat 2016

Bina hutan rakyat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui analisa pengelolaan hutan rakyat lestari. Bina Hutan Rakyat meruapakn salah satu program kerja tahuan yang dilakukan oleh divisi Oragizer & Networking , FMSC .Bina Hutan Rakyat akan dilaksanakan di Kampung Jeruk, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa barat pada tanggal 22 Mei 2016.  Kegiatan pengelolaan hutan rakyat meliputi penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengelolaan hutan yang benar, penanaman bibit pohon, penerapan sistem tumpang sari pada hutan rakyat, dan upaya menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan. Kegitan tersebut dilakukan untuk memajukan kelestarian hutan rakyat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan hutan rakyat lestari akan berdampak pada positif bagi masyarakat dan lingkungan terutama dalam sisi ekonomi, sosial dan ekologi. Read more

Diadakanya Perdagangan Karbon (Carbon Trade) Secara Global, Menguntungkan atau Merugikan ?

carbon trade Diadakanya Perdagangan Karbon (Carbon Trade) Secara Global, Menguntungkan atau Merugikan ?Perdagangan karbon (Carbon trade) merupakan suatu mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi kenaikan CO2 yang ada di atmosfer. Dalam proses perdagangan terdapat istilah penjual dan pembeli. Adapun penjual karbon, yaitu pemilik yang mengelola hutan dan dapat menjual karbon berdasarkan jumlah karbon yang terkandung di dalam pohon-pohon yang berada di hutan karena pohon berperan sebagai penyerap karbon sedangkan pembeli karbon adalah pemilik industri yang menghasilkan CO2 ke atmosfer dan diharuskan untuk menyeimbangkan emisi yang mereka keluarkan. Dapat dikatakan juga bahwa negara-negara industri dan negara-negara penghasil polutan terbesar (AS dan Eropa) diberi kesempatan untuk melakukan kompensasi atau memberikan insentif dengan cara membayar negara-negara berkembang salah satunya Indonesia untuk mencadangkan hutan tropis yang dimilikinya. Read more