Klasifikasi Terbimbing dan Klasifikasi Tidak Terbimbing

Sumber : http://foresteract.com/klasifikasi-terbimbing-dan-klasifikasi-tidak-terbimbing/

Klasifikasi CItra 300x150 Klasifikasi Terbimbing dan Klasifikasi Tidak TerbimbingKegiatan klasifikasi tutupan lahan pada citra satelit dapat dilakukan dengan metode klasifikasi terbimbing (Suppervised Classification) dan klasifikasi tidak terbimbing (Unsuppervised Classification). Klasifikasi terbimbing adalah klasifikasi yang dilakukan dengan arahan analis (supervised), dimana kriteria pengelompokkan kelas ditetapkan berdasarkan penciri kelas (class signature) yang diperoleh melalui pembuatan area contoh (training area). Sedangkan, klasifikasi tidak terbimbing merupakan klasifikasi dengan pembentukan kelasnya sebagian besar dikerjakan oleh komputer. Kelas-kelas atau klaster yang terbentuk dalam klasifikasi ini sangat bergantung kepada data itu sendiri, yaitu dikelompokkannya piksel-piksel berdasarkan kesamaan atau kemiripan spektralnya (Riswanto 2009). Read more

Satelit TERRA

Sumber : http://foresteract.com/satelit-terra/

Citra ASTER via wikimedia.org  300x150 Satelit TERRATerra satelit (EOS AM-1) adalah satelit yang diluncurkan pada Desember 1999. Terra membawa lima instrumen penginderaan jauh yang mencakup MODIS dan ASTER. ASTER (Advanced Spaceborn Thermal Emission and Reflectance Radiometer) adalah sebuah spektrometer citra beresolusi tinggi. Instrumen ASTER didesain dengan 3 band pada jangkauan spektral visible dan near-infrared (VNIR) dengan resolusi 15 m, 6 band pada spektral short-wave infrared (SWIR) dengan resolusi 30 m dan 5 band pada thermal infrared dengan resolusi 90 m. Band VNIR dan SWIR mempunyai lebar band spektral pada orde 10. ASTER terdiri dari 3 sistem teleskop terpisah, dimana masing-masing dapat dibidikkan pada target terpilih. Dengan penempatan (pointing) pada target yang sama dua kali, ASTER dapat mendapatkan citra stereo beresolusi tinggi. Cakupan scan (Swath witdh) dari citra adalah 60 km dan revisit time sekitar 5 hari. Read more

Hutan Indonesia semakin Menipis, Siapa Yang Patut Disalahkan?

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/04/15/hutan-indonesia-semakin-menipis-siapa-yang-patut-disalahkan/

Publish8 150x150 Hutan Indonesia semakin Menipis, Siapa Yang Patut Disalahkan?Indonesia dikenal sebagai negara dengan luas hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, menurut WWF Indonesia tahun 2003, yaitu seluas 103 juta hektar. Jika sebatang pohon saja memiliki cerita sejarahnya sendiri, maka hutan memiliki nilai filosofis yang lebih tinggi, sebagai paru-paru dunia. Maka, tak heran jika hutan di Indonesia menjadi sorot perhatian dunia. Namun untuk mempertahankan fungsi dan wilayah hutan tidaklah mudah, upaya pemeliharaan yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan dan degradasi hutan selama ini. Itulah yang kini menjadi potret nyata hutan di Indonesia.

Pengelolaan hutan di Indonesia selama ini kurang memperhatikan filosofi dari pentingnya hutan itu sendiri, sehingga sering terjadi kerusakan hutan dan degradasi hutan. Hal ini diperparah lagi dengan eksploitasi, penebangan liar, pembalakan, dan kebakaran hutan di berbagai wilayah. Fungsi hutan semestinya menjadi penyokong bagi kehidupan, namun kini di Indonesia fungsi ini tak dapat berjalan secara maksimal. Read more

Ekowisata sebagai Alternatif Pelestarian Hutan

Sumber : http://fmsc.lk.ipb.ac.id/2017/04/15/ekowisata-sebagai-alternatif-pelestarian-hutan/

publish1 150x150 Ekowisata sebagai Alternatif Pelestarian HutanDewasa ini banyak dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa berbondong-bondong untuk sekedar pergi melihat pemandangan dan menikmati suasana hutan alam. Istilah lain untuk kegiatan perjalanan oleh seseorang ke daerah terpencil dengan tujuan menikmati dan mempelajari segala sesuatu tentang alam, sejarah, dan budaya di suatu daerah, yang mana pola wisatanya membantu masyarakat lokal dan pelestarian alam dikenal dengan ekowisata. Kegiatan ini tentu saja menghasilkan keuntungan bagi masyarakat lokal dan pengunjung baik dari segi ekonomi maupun psikologi.

Indonesia mempunyai daya tarik hutan hujan tropis tersendiri bagi turis luar maupun lokal. Banyak dari mereka yang rela berpergian, bahkan melewati tempat terpencil dengan medan yang sukar, hanya untuk dapat menikmati suasana alam nan menyegarkan mata sekaligus untuk terapi mental jiwa. Semakin seringnya tempat-tempat ekowisata alam di Indonesia ini dikunjungi, maka sisi baik tersendiri diberikan untuk dunia kehutanan. Read more