PEMERINTAH TERAPKAN PLASTIK BERBAYAR

plastik bayar 300x193 PEMERINTAH TERAPKAN PLASTIK BERBAYARIndonesia memiliki masalah serius dengan sampah. Jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari di ibukota saja bisa mencapai 6,000 ton dan tumpukannya bisa sebesar 30,000 meter kubik – lebih dari setengah ukuran candi Borobudur. Rata-rata pemakaian kantong plastik per orang di Indonesia adalah 700 lembar per tahun. Sampah kantong plastik saja di Indonesia mencapai 4000 ton per hari atau sama dengan 16 pesawat Boeing 747, sehingga sekitar 100 milyar kantong plastik terkonsumsi per tahunnya di Indonesia. Produksi kantong plastik tersebut menghabiskan 12 juta barel minyak bumi yang tak bisa diperbaharui, yang setara dengan 11 Triliun rupiah. (Sumber: Yahoo! Indonesia dan Greeneration Indonesia)

Banyak dari sampah kantong plastik tidak sampai ke tempat pembuangan sampah dan hanya sedikit yang akhirnya dapat didaur ulang. Akibatnya sampah kantong plastik tersebut berakhir di tempat-tempat ini: sungai, saluran air got dan drainase, pantai, bahkan laut dan tempat-tempat yang menyumbat saluran air. Kantong plastik baru dapat terurai 500-1000 tahun lagi, dan akhirnya mendekam selamanya di sungai, laut, dan di dalam tanah.  Inilah salah satu penyebab nyata banjir yang melumpuhkan beberapa daerah di Indonesia. Read more

Rapat Evaluasi Persiapan Akreditasi Program Sarjana (S-1) Departemen Manajemen Hutan

Dalam rangka menjelang proses Akreditasi Program Sarjana (S-1) Departemen Manajemen Hutan melakukan rapat proses evaluasi dokumen untuk akreditasi. Rapat tersebut di hadiri oleh Ketua Departemen Dr. Ir. Ahmad Budiaman, M.Sc.F , Ketua Program Studi Sarjana (S-1) Dra. Sri Rahaju, M.Si, Dr. Ir. Yulius Hero dan Kepala Tata Usaha Departemen Manajemen Hutan Ikhsan, S.Sos. Rapat tersebut diadakan di Ruang Sidang Matoa Departemen Manajemen Hutan. Read more

Dukung IPB Green Campus, BNI Sumbang 100 Sepeda

BNI sepeda 300x200 Dukung IPB Green Campus, BNI Sumbang 100 SepedaInstitut Pertanian Bogor (IPB) menerima hibah 100 unit sepeda dan 40 buah rak sepeda dari PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Tbk, Kamis (31/3). Penyerahan hibah ini dilaksanakan pada pembukaan kegiatan BNI Fair di Graha Widya Wisuda, kampus IPB Dramaga Bogor. Selain penyerahan hibah sepeda, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto dengan pihak BNI.
Rektor menyampaikan terimakasih dan penghargaannya kepada BNI atas hibah yang diberikan. Rektor berharap dengan adanya tambahan unit sepeda ini dapat mengembangkan program Green Campus yang sudah lama direncanakan IPB. “Green Campus memang sudah lama dicita-citakan. Untuk diketahui, IPB dalam peringkat dunia menempati nomor 36 sebagai kampus terhijau dan di nomor 2 secara nasional. Bukan peringkatnya itu yang penting, namun bagian edukasi green lifestyle-nya,” terang rektor.

Read more

Tanoto Forestry Information Center Fakultas Kehutanan IPB

DSC 2109 300x200 Tanoto Forestry Information Center Fakultas Kehutanan IPBDirektur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, Dr. Muhamad Dimyati meresmikan Tanoto Forestry Information Center Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) di kampus IPB Darmaga Bogor, Senin (21/12). Peresmian secara simbolis ditandai dengan penanaman pohon dan pengguntingan untaian melati.
Dr. Muhamad Dimyati mengatakan, “Hutan yang indah dan lestari ini merupakan satu bentuk landscape yang mempunyai peran dan fungsi luar biasa, dalam memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat dan mahluk hidup di sekitarnya. Mengemban fungsi konservasi, hutan merupakan tempat flora dan fauna berkembang biak secara alami, sehingga hutan betul-betul harus dilindungi, dijaga dan dipelihara dengan penuh tanggung jawab. Dengan hadirnya Tanoto Forestry Information Center di Kampus IPB, ini merupakan terobosan dan harapan baru bagi dunia kehutanan di Indonesia untuk terus berkembang dan terpelihara dengan baik”.

Read more

MODEL PENGELOLAAN HUTAN LEWAT KONSEP KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH)

Tata kelola hutan lestari tidak dapat dilepaskan dari unsur pengelola.  Hutan yang hanya diorentasikan kepada pemanfaatan hutan melalui pemberian izin semata dengan cara membagi-bagi seluruh kawasan hutan produksi. Tata kelola harus dilihat dari proses keserasian antara pengukuhan dan penetapan kawasan hutan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), sehingga pengelolaan hutan dilihat sebagai sebuah “landscape” ekonomi, politik, sosial dan tata ruang yang utuh.

Analisis BAPPENAS di tahun 2010 terkait permasalahan mendasar pada sektor kehutanan Indonesia menunjukan bahwa tata kelola yang buruk, ketidakjelasan hak tenurial, serta lemahnya kapasitas dalam manajemen hutan (termasuk penegakan hukum) menjadi permasalahan mendasar pengelolaan hutan di Indonesia.

Sesuai dengan Rencana strategi Kemenhut 2010-2014 maka terdapat prioritas untuk menyelamatkan hutan yaitu: (1) Pemantapan kawasan hutan yang berbasis pengelolaan hutan lestari, (2) Rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung DAS, (3) Perlindungan dan pengamanan hutan, (4) Konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, (5) Revitalisasi hutan dan produk kehutanan, (6) Pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, (7) Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sektor kehutanan, dan (8) Penguatan kelembagaan kehutanan Read more